<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/806295993906459800?origin\x3dhttp://filania201189-ain.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Friday, April 24, 2009

♥ di atas runtuhan kota Melaka

aku seorang Muslim, itu agama yang aku yakini lantas pegangi. itu kewajipan. tapi aku juga tidak akan melupakan, bahawa aku orang Melayu. dan susur galur keturunan itu bukan seperti agama. Islam mengalir dalam darah Adam dan Hawa apabila dia percaya Allah itu satu, dan Nabi Muhammad itu pesuruhNya. itu syahadah. detak hati merasa manisnya iman tatkala sungguh-sungguh mengikuti perintah Allah dan menelusuri ittiba' Rasulullah SAW. tapi menjadi bangsa Melayu, itu adalah garis keturunan, jalur nasab seseorang manusia, walaupun pada hakikatnya, kita semua adalah anak cucu Adam. dan tidak Allah ciptakan sesuatu itu dengan sia-sia.

'Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesungguhnya, orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.' al-hujuraat~13

Petikan sajak di atas runtuhan kota Melaka~HAMKA
Ada rasanya bisikan sayu
Hembusan angina di Gunung Ledang
Entah puteri datang merayu
Padahal beta bukan meminang

Bukanlah hamba Sultan Melaka
Jambatan emas tak ada padaku
Kekayaanku hanya syair seloka
Hanya nyanyian untuk bangsaku

Justeru terdengar puteri berkata
Suaranya halus masuk ke sukma
Maksudmu tuan sudahlah nyata
Hendak mengenang riwayat yang lama

Bukan kuminta jambatan emas
Tapi nasihat hendak kuberi
Kenang-kenangan zaman yang lepas
Iktibar cucu kemudian hari

Sebelum engkau mengambil simpulan
Sebelum Portugis engkau kutuki
Inggeris Belanda engkau cemarkan
Ketahui dahulu salah sendiri

Sultan Mahmud Shah mula pertama
Meminang diriku ke Gunung Ledang
Segala pintaku baginda terima
Darah semangkuk takut menuang

Adakan cita akan tercapai
Adakan hasil yang diingini
Jika berbalik sebelum sampai
Mengorbankan darah tiada berani

Apalah daya Datuk Bendahara
Jikalau Sultan hanya tualang
Memikir diri seorang sahaja
Tidak mengingat rakyat yang malang

Sultan Ahmad Shah apalah akalnya
Walaupun baginda inginkan syahid
Mualim Makhdum lemah imannya
‘Di sini bukan tempat Tauhid’

Berapa pula penjual negeri
Mengharap emas perak bertimba
Untuk keuntungan diri sendiri
Biarlah bangsa menjadi hamba

Ini sebabnya umat akan jatuh
Baik dahulu atau sekarang
Inilah sebab kakinya lumpuh
Menjadi budak belian orang

Sakitnya bangsa bukan di luar
Tetapi terhunjam di dalam nyawa
Walau diubat walau ditawar
Semangat hancur apalah daya

Janjian Tuhan sudah tajalli
Mulialah umat yang teguh iman
Allah tak pernah mungkirkan janji
Tarikh riwayat jadi pedoman

Tidaklah Allah mengubah untung
Suatu kaum dalam dunia
Jika hanya duduk terkatung
Berpeluk lutut berputus asa

Malang dan mujur nasibnya bangsa
Turun dan naik silih berganti
Terhenyak lemah naik perkasa
Bergantung atas usaha sendiri

Riwayat yang lama tutuplah sudah
Apalah guna lama terharu
Baik berhenti bermenung gundah
Sekarang dibuka lembaran baru

Habis sudah madahnya puteri
Ia pun ghaib capal pun hilang
Tinggal penyair seorang diri
Di hadapan cahaya jelas membentang


jangan sekadar merasa bangga dengan sejarah kegemilangan melayu melaka sekitar tahun 1500, zaman di mana sebuah kawasan di laluan Selat Melaka itu menjadi tumpuan pedagang timur juga barat. detik di mana Portugis, Belanda, Inggeris dan Sepanyol berlum-lumba mahu meluaskan tanah jajahan dan dahagakan tanah melayu serta kawasan sekitarnya. saat bahasa kita jadi lingua franca dalam dunia perdagangan seantero tanah nusantara. [bacalah 1515, karya faisal tehrani.thumbs up!] sama seperti betapa bangganya kita dalam peristiwa pembukaan kota Mekah, bangga ketika zaman kegemilangan Islam waktu kerajaan Abbasiyah memegang tampuk pemerintahan, bangga apabila khalifah umar meluaskan tanah islam, salahuddin menawan semula jurusalem, sultan muhammad al-fatih mendapatkan constantinapole. ya, bangga itu perlu, supaya rasa bangga kita boleh mengatakan, agama aku dahulu sehebat itu, bangsa aku suatu ketika dahulu gah tak terperi. tapi kita juga harus ingat, kita berada di zaman ini. melihat masa lalu itu perlu, mengambil iktibar dari masa lalu lebih penting. dan berusaha dengan segenap jiwa untuk bangkit di masa sekarang adalah lebih utama lagi. secara 'sarcatic'nya, takkanlah nak simpan rasa bangga dengan masa lampau je kot? (tepuk dada tanya iman!)

p/s:sedang membaca saasatul ibaad (political players), cerita zaman kesultanan melayu johor. aku baru jumpa pdf 'di bawah lindungan kaabah' karya hamka, tak sabar nak baca! wee~ masih mencari-cari 'tenggelamnya kapal van der wijhk'. sudah mencari di merata-rata bookstore kat indonesia nih, still xjumpa. hari tu waktu ke jakarta, aku ke kwittang dengan harapan dapat cari buku 2, tapi tutup pula...tak apelah, akan terus mencari..=)

"...ttp Allah mjdikan kamu cinta kpd keimanan dn mjdikan iman itu indah dlm hatimu." [al-hujurat 7]
2:50 AM
5 commented Leave A Comment




♥ About me

    Ain Zubaidah Binti Salleh. 25. Gadjah Mada University, Yogyakarta

♥ Quotes

    "a girl who wanted to strive hard to be an excellent daie, still confuse in her way towards her clear goal, easily lost in the world called life, try her best living as a medical student yet easily forget what her responsibilities are, dream to become a doctor who can learn together with the patients about the meaning of sabar dan syukur and in the end wish to end the journey at the true destination, jannah... (^o^)/".
    Sesungguhnya Engkau tahu* bahwa hati ini telah berpadu* berhimpun dalam naungan cintaMu* bertemu dalam ketaatan* bersatu dalam perjuangan* menegakkan syariat dalam kehidupan* Kuatkanlah ikatannya* kekalkanlah cintanya* tunjukilah jalan-jalannya* terangilah dengan cahayamu* yang tiada pernah padam* Ya Rabbi bimbinglah kami* Lapangkanlah dada kami* dengan karunia iman* dan indahnya tawakal padaMu* hidupkan dengan ma'rifatMu* matikan dalam syahid di jalan Mu* Engkaulah pelindung dan pembela

♥ berangkatlah kamu, baik dalam keadaan ringan, mahupun berat! [9:41]

  • 1.salimul aqidah -akidah yg sejahtera
  • 2. shahihul ibadah -ibadah yg sahih
  • 3. matinul khuluq -akhlak yg mantap
  • 4. mutsaqqoful fikri -luas pengetahun
  • 5. qowiyyul jismi -sihat tubuh badan
  • 6. qodirun 'alal kasbi -mampu berdikari
  • 7. mujahadatun linafsihi -melawan nafsu
  • 8. harishun 'ala waqtihi -sgt menjaga masa
  • 9. munazhzamun fi syu'unihi -t'susun urusannya
  • 10. naafi'un lighoirihi -bermanfaat pd org lain

♥ Take A Look At The Past